Review AMD R7 250

0
327

Review AMD R7 250

AMD R7 memang sudah hampir 2 tahun ini meramaikan pasar kartu grafis dan bersaing dengan rivalnya dari Nvidia. Dengan harga yang dibawah 1,5 juta-an R7 250 menjanjikan kinerja yang memukau. Dilihat dari serentetan teknologi yag diusungnya. Kecil-kecil cabe rawit, Itu sebutan yang kami dengar. Benarkah sebutan itu??

Dilihat dari serangkaian penjelasan dari AMD mengenai R7 Series, bahwa dengan berbasis arsitektur GCN ( Graphics Core Next ), GPU atau kartu grafis AMD Radeon R7 Series sudah mendukung sebuah teknologi yang disebut Mantle. Teknologi ini dikembangkan oleh AMD semenjak kartu grafis mereka memasuki generasi R Series. Pengembangan teknologi ini untuk lebih memudahkan proses game dengan multi platform, baik dari PC maupun Konsol Next-gen 1. Secara tidak langsung teknologi Mantle dengan berbasis arsitektur GCN ini lebih menekankan kepada kemampuan hardware dalam peningkatkan performa dan kualitas rendering gambar. Sebagai tambahan, bahwa kartu grafis ini sudah mendukung DirectX 11.2 yang menjadikannya lebih optimal ketika bekerja di windows 8.1.

 

Seperti yang dijelaskan tadi bahwa teknologi Mantle menjanjikan peningkatan pada performance dan kualitas rendering gambar atau video. Maka secara tidak langsung Mantle bertujuan untuk menggantikan peran DirectX dan OpenGL yang selama ini digunakan. Selain itu AMD Mantle mampu mengurangi terjadinya bottleneck atau kemacetan antara CPU dan GPU dan memanfaatkan thread yang ada pada tubuh prosesor ( CPU ). AMD Mantle sebenarnya API (Application Programming Interfaces), namun ini lebih ditekankan pada graphics card AMD dengan membawa arsitektur GCN.

Teknologi GCN ( Graphics Core Next ) adalah sebuah arsitektur dari GPU yang diperkenalkan AMD untuk menemani die terbaru mereka dengan fabrikasi 28nm. Dengan arsitektur GCN ini AMD mampu menanamkan 4.3 miliar transistor. Yang sebelumnya hanya mampu tertanam 2.6 miliar dengan die yang sama. Secara tidak langsung arsitektur GCN ini memberikan tingkat kerapatan transistor.

Dari sini munculnya kemampuan hardware dalam peningkatkan performa dan kualitas rendering gambar. Karena dengan peningkatan jumlah transistor memberikan dampak yang besar terhadap kinerja GPU. Tidak hanya itu saja Core Clock dan memori clock juga memegang peranan penting pada performa. Dengan kata lain performa adalah kecepatan GPU dalam memproses suatu object dengan kecepatan FPS. Sedangkan kualitas rendering gambar adalah tingkat ketajaman, kejelasan, skurasi tekstur, dan efek yang dihasilkan oleh GPU.

Facebook Comments