Pengertian CPU Dan Sistem Intruksinya

0
153

Pengertian CPU Dan Sistem Intruksinya

 

 

CPU : adalah Central Prosessor Unit atau juga sering disebut Prosessor. Prosessor atau CPU adalah otak atau inti dari sebuah komputer. Hampir 50 % beban kinerja komputer bergantung pada CPU. Seolah-olah tanpa CPU komputer tidak akan hidup. Walaupun ini tidak-lah benar. Sebab seluruh komponen yang ada merupakan satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan.

CPU sendiri memiliki segudang intruksi untuk bekerja. Seperti : MMX, SSE,SSE2, SSE3 SSSE3, EM64T daln lain-lain. Intruksi yang ada pada CPU mampu menjadikan CPU semakin cerdas, baik dari segi logika mapun matematis. Walaupun intruksi bekanlah satu-satunya hal yang menjadikan CPU cerdas. Ada beberapa hal yang membentuk CPU menjadi cerdas, antara lain :

 

 

  1. Proses Produksi atau yang sering disebut Tick – Tock
  2. Memory Controller
  3. L1, L2 dan L3 atau sering juga disebut cache
  4. Clocks, Multiplier, Bus Speed atau juga sering disebut dengan BCLK (Base Clock )
  5. Jumlah Core dan Threads

 

Istilah ‘Tick – Tock’ mungkin sudah cukup sering terdengar  atau belum sama sekali. Tick menandakan perubahan proses fabrikasi dan Tock berarti perubahan proses arsitectur. Intel & AMD telah berhasil memperkecil proses fabrikasinya menjadi 65 nano meter, 45 nano meter, 32 nano meter, 32 nano meter (Tick).

Technology 45 NanoMeter

“Pembaharuan terpenting dalam technology mikro-prosesor sejak 40 tahun terakhir” Gordon Moore bukannya mau berlindung seputar chip 45 nanometer yang segera diproduksi massal oleh Intel. Pendiri Intel ini tidak lagi merujuk pada hukumnya sendiri bahwa jumlah transistor dalam prosesor meningkat dua kali lipat setiap 2 tahun. Ini sebagai akibat adanya perubahan mendasar pada transistor di dalamnya. Penemuan bahan-bahan baru diharapkan dapat mengatasi masalah yang terkait dengan semakin kecilnya transistor, yaitu meningkatnya kebutuhan listrik dan panas yang dihasilkan oleh prosesor.

Semakin Mini : Ukuran Transistor Masih 5x Lebar Atom.

Produsen chip melakukan usaha untuk memenuhi hukum Moore. Di satu sisi, penyempurnaan dilakukan pada arsitektur internal chip. Di sisi lain, switching element dan transistor dalam chip dibuat semakin kecil. Transistor yang kecil akan semakin cepat melakukan switching karena jalurnya singkat. Selain itu, tegangan listrik yang dibutuhkan pun semakin kecil. Jadi, arus yang dikonsumsi chip lebih hemat. Material yang dibutuhkan juga semakin sedikit, sehingga biaya produksi menurun. Jika transistor semakin kecil, tentu saja lebih banyak chip bisa ditempatkan dalam sebuah wafer. Selain itu, sirkuit tidak perlu semakin kecil dan prosesor yang baru dan lebih cepat tapi tak perlu kehilangan volume tiap 2 tahun.

Sementara itu, ukuran chip secara fisik sudah mencapai batas. Satu atom silicon, bahan yang saat ini digunakan untuk semua prosesor, memiliki ukuran sebesar 0.24 nm. Seluruhnya, gate dialectric dalam transistor masih berukuran 1.2 nm ( sama dengan 5 lebar atom ). Kondisi ini mengakibatkan efek samping yang tidak menguntungkan, seperti arus bocor dan konsumsi arus yang tinggi. Satu dialectric baru harus ditambah agar transistor semakin kecil.

 

Facebook Comments