Intel Core2Dou Dalam Perjalanan

0
151

Core Microarchitecture dan  NetBurst Microarchitecture

 

Sebelum kehadiran keluarga Core2Dou, selama dua tahun terakhir itu Intel cukup merasa tersandung oleh kehadiran keluarga Prosesor Athlon64 dari AMD. 2006 adalah akhir dari masa keluarga NetBurst Microarchitecture menemani perjalanan prosesor Intel. Dimulai pada seri prosesor Willamette, atau yang lebih dikenal dengan nama Pentium 4. NetBurst Microarchitecture  telah menjadi pondasi utama kontruksi prosesor keluaran Intel hingga 2006. seiring berjalannya waktu ditambah kemunculan prosesor seri Athlon64 dari AMD yang merupakan rival utama Intel, keperkasaan NetBurst Microarchitecture  seakan mengalami stagnasi. Perlahan namun pasti, AMD mulai menggerogoti dominasi Intel di pasar prosessor.

Melihat fenomena yang kurang menguntungkan itu, tentunya Intel tidak berpangku tangan. Berbagai riset dilakukan untuk menghasilkan teknologi baru agar dapat mengembalikan keja- yaan  yang pernah diraih sebelumnya. Terbukti usaha tersebut tidaklah sia-sia dengan diperkenalkannya Core Microarchitecture untuk menggantikan NetBurst Micro architecture  yang telah cukup berumur dan layak dipensiunkan. Kecuali orang Indonesia yang masih suka dengan NetBurst Microarchitecture (Pentium 4).

Ketika itu, produk pertama teknologi Core Microarchitecture yang dirilis ke pasaran adalah prosesor WoodCrest  yang  ditujukan untuk kelas server. Dilanjutkan dengan prosesor Conroe untuk kelas desktop yang baru diliris pada bulan Agustus 2006. Dalam tahap awal itu dan kedepannya Intel juga akan merilis prosesor berteknology Core Microarchitecture untuk kelas mobile yang dikenal dengan codename Meron.

Lebih  dalam  lagi mengenai Core Microarchitecture sama dengan NetBurst Microarchitecture. Core Micro architecture merupakan gabungan dari beberapa technology yang disatukan ke dalam satu paket. Technology-technology tersebut adalah: Wide Dynamic Excution, Intelligent Power Capability, Advanced Smart Cache, Smart Memory Access, dan Advanced Digital Media Boots.

Berbekal technology-technology tersebut, Intel mencoba mena- warkan beberapa kunci utama bagi konsumennya, yaitu optimisasi kinerja, efisiensi daya, dan skalabilitas prosesor multi-core.

Intel Intelligent Power Capability

Technology ini merupakan hasil pengembangan dari technology Enhanced SpeedStep dan Enhanced Halt State yang dapat ditemui pada prosesor-prosesor generasi sebelumnya, terutama pada kelas mobile.

Untuk memaksimalkan kemam- puan technology Intelligent Power Capability ini, Intel melakukan pembagian sebuah core prosesor hingga ke tingkat transistor gate. Unit ini merupakan unit terkecil di dalam sebuah prosesor. Dengan adanya pembagian tersebut, Intel dapat mengatur penyaluran daya hanya pada bagian-bagian gate yang memerlukan daya saja. Ini berarti penghematan daya dapat dilakukan karena hanya gate-gate yang memerlukan saja yang akan dialiri daya.

Dalam kondisi krisis energi yang sering dialami beberapa wilayah di Indonesia. Feature Intelligent Power Capability ini tentunya akan sangat membantu para pengguna-pengguna PC dalam menurunkan konsumsi daya selama menggunakan PC.

Intel Advanced Smart Cache

Pada seri prosesor dual-core sebelumnya (Smith Field, Cedar Mile, dan Presler), Intel memisahkan core prosesor. Untuk dapat saling berkomunikasi antara core. Prosesor-prosesor tersebut harus menggunakan jalur FSB. Artinya, data yang dikirim oleh satu core harus keluar dari lingkungan prosesor terlebih dahulu sebelum masuk kembali ke jalur data core lainnya yang notabene masih berada dalam satu kemasan. Metode komunikasi tersebut tentunya akan memakan waktu yang cukup panjang dan terkesan bertele-tele. Oleh karena itu, tidak heran apabila kinerja yang dihasilkan prosesor-prosesor tersebut tidaklah memuaskan bila dibandingkan dengan prosesor sekelas dari rival utamanya, AMD.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Intel melakukan terobosan yang sangat tepat dengan menyatukan memori  L2  cache ke dalam satu kemasan. Ini berarti setiap core dapat mengakses semua data yang tersimpan di memori L2 cache tanpa harus memusingkan masalah ketidaktersedian data yang disebabkan tersimpannya data tersebut pada memori L2 cache core lainnya.

Keuntungan lain dari peng- gabungan memori L2 cache ini adalah pemanfaatan kapasitas memori yang lebih maksimum. Pada saat salah satu core tidak memerlukan kapasitas memori atau bahkan sedang berada dalam kondisi  idle atau off (yang berarti tidak memerlukan memori L2 cache sama sekali), maka core yang lainnya dapat memanfaatkan seluruh kapasitas kosong yang tersedia untuk bekerja.

Facebook Comments