GeForce seri GTX 400

0
72

GeForce Seri GTX 400

Setelah beberapa bulan dirilis ke pasaran, akhirnya graphics card DirectX 11 ATI mendapat lawan tanding. Akhir bulan Maret yang lalu, NVIDIA merilis graphics card DirectX 11 pertama mereka.

Kemunculan sistem operasi Windows 7 pada akhir tahun 2009  lalu menjadi titik awal bagi perkembangan graphics card generasi terbaru. Salah satu yang membuatnya istimewa adalah hadirnya versi terbaru DirectX, yaitu DirectX 11. Pada varian terbaru DirectX 11 ini, Microsoft menambahkan beberapa feature yang tidak dijumpai pada versi DirectX sebelumnya. Beberapa feature tersebut di antaranya adalah Direct Compute, Hardware Tesselation, Multi-Threaded Rendering, dan sebagainya. Sebelum Windows 7 diluncurkan, ATI/AMD telah siap dengan graphics card DirectX 11 mereka, yaitu seri HD 5000. Walaupun NVIDIA hadir belakangan, saat itu mereka telah siap dengan senjata terbaru mereka, GeForce seri GTX 400.

Menunggu Kelahiran Baby NVidia

Menunggu kehadiran graphics card NVIDIA dengan code name GF100 ini memang dinantikan oleh banyak kalangan. User selalu bertanya-tanya bagaimanakah “counter-attack” dari NVIDIA untuk graphics card DirectX 11 dari ATI/AMD yang telah hadir terlebih dahulu di pasaran. Selama masa penantian, beragam jenis kabar berlalu lalang di Internet berisi beragam spekulasi mengenai graphics card dengan arsitektur Fermi ini. Akan tetapi, sepertinya NVIDIA benar-benar menjaga kerahasiaan graphics card ini hingga detik terakhir kelahirannya. Saat graphics card ini diluncurkan, akhirnya terungkap sudah segala hal yang menjadi perdebatan selama ini.

 

Mengintip Dibalik dinding GF100

Seperti biasa, NVIDIA maupun ATI selalu merilis seri teratasnya terlebih dahulu. Nvidia dengan GeForce GTX 480 dan GTX 470 yang diposisikan pada kelas high-end. Untuk membangun graphics card ini, NVIDIA tidak tanggung-tanggung menanamkan 3 miliar transistor di tubuh GF100. Jumlah transistor ini jauh lebih banyak daripada pesaingnya, ATI, yang hanya menanamkan 2 miliar transistor di dalam graphics card seri HD 5000 mereka. Dengan jumlah transistor sebanyak 3 miliar, tentu ukuran die akan menjadi kendala. Namun untunglah NVIDIA sudah beralih ke proses fabrikasi 40 nm sehingga ukuran die-Kamiset dapat dipertahankan tetap kecil.

Jika Anda melihat tabel spesifikasi GTX 480 dan GTX 470 yang Kami sertakan, terlihat perbedaan spesifikasi cukup mencolok antara kedua graphics card ini. Hal ini memang cukup wajar mengingat terdapat rentang yang cukup jauh untuk harga kedua graphics card ini. GTX 480 dibanderol dengan kisaran harga US$ 499 sementara GTX 470 dibanderol pada kisaran harga US$ 349.

Pada spesifikasi GTX 480 dan GTX 470 yang Kami sertakan terlihat hal menarik, yaitu nilai shader clock kedua graphics card ini adalah dua kali lipat nilai clock speed graphics card. Dari informasi yang Kami dapatkan, pengaturan clock speed dan shader clock sekarang tidak dapat dilakukan secara terpisah. Jadi, jika clock speed dinaikkan, shader clock pun ikut naik, begitu pula sebaliknya.

Jika ingin menikmati graphics card ini, sediakan power supply dengan daya yang cukup. GTX 480 membutuhkan power supply 600 Watt dan GTX 470 membutuhkan power supply 550 Watt.

Facebook Comments