Home / Review / Graphics Card ( VGA ) / BEBERAPA HAL DALAM MEMILIH VGA / GPU

BEBERAPA HAL DALAM MEMILIH VGA / GPU

BEBERAPA HAL DALAM MEMILIH VGA / GPU

 

cover

 

Perkembangan VGA / GPU beberapa tahun belakangan ini sangatlah cepat, bahkan melebihi perkembangan CPU ( proce ). Terlebih lagi semenjak revolusi soket AGP ke PCI-Express 16x di akhir tahun 2004. Yang juga dibarengi dengan berbagai macam arsitektur PC lainnya. Seperti Intel dengan soket 775, DDR2 533, Matrix RAID – SATA, W-LAN onboard, PSU ATX v.2.0 dan HDA Audio. Bahkan yang lebih menggebrak lagi ketika nVidia mengeluarkan jajaran VGA terbaru mereka yang sangat istimewa di tahun 2006 yakni G80 alias 8800GTX. Hingga detik ini VGA sudah menggunakan PCIe 3.0 16x. Dan lagi arsitektur atau fabrication sudah mencapai 28 nm, terhitung semenjak nVidia mengeluarkan G80 masih 90 nm. Itulah sedikit gambaran mengenai VGA.
Memilih vga / gpu memang susah-susah gampang. Sebab kita harus benar-benar seleksi dalam melihat dan memilih. Salah-salah kita akan rugi dan menyesal. Apalagi kita harus menyesuaikan dengan kekuatan proce ( prosesor ) yang kita miliki. Jangan sampai terjadi bottleneck antara proce dengan GPU. Sering kita mendengar perkataan dari konsumen atau user ketika menanyakan berapa giga vga ini?? Sebenarnya pertanyaan atau opini seperti ini kurang lah tepat. Sebesar apa pun giga nya bukanlah menjadi permasalahan. Namun yang menjadi tolak ukur tidak hanya besar giganya. Namun secara keseluruhan kita harus melihat vga / gpu tersebut. Bukan berarti pula kita menyepelekan giga tersebut.
Ada beberapa kategori yang harus kita perhatikan ketika memilih VGA / GPU.

Series Dari VGA

Series dari VGA adalah Umur Dari VGA. Bagaimana pun tidak bisa di pungkiri, bahwa seri yang terbaru memiliki kinerja yang lebih baik. Walaupun juga tidak bisa dipastikan, karena beberapa kasus seri terbaru mengalami masalah besar ketimbang pendahulunya. Namun itu jarang sekali terjadi. Maka kita perlu membaca review dari berbagai media. Kita bisa mengetauhi apa kelebihan dan kekurangannya.

Sebagai perbandingan, seri GeForce GTX 780 akan lebih bagus dari segala nya dibanding dengan GT 740. Kalau pun GT 740 mempunyai memory size nya sebesar 5 Gb. Sedangkan GTX 780 hanya 1 Gb. Tetap akan lebih bagus. Mengapa? Karena GTX 780 memliki core clock yang lebih besar dan GPU yang lebih tinggi. Seperti yang pernah kami lakukan, GTX 470 yang sudah berumur akan tetap memiliki taringnya dibanding dengan R7 250 atau GT 740. Namun apakah perbandingan ini bisa untuk menentukan ketika anda bermain games? Jelas belum bisa menjadi patokan. Sebab game-game sekarang membutuhkan asupan dari VGA-VGA yang mampu merender dengan tinggi. Sebab GTX 470 akan merasa kelelahan ketika menjalankan game-game dengan resolusi tinggi. Batas maksimal resolusi yang pernah kami lakukan kepada GTX 470 tertinggi adalah 1600×1200 dengan rata kanan. Namun itu tidaklah pada semua game. Jelas pada game-game terbaru GTX 470 akan mengalami kelelahan yang sangat. Walhasil kita harus migrasi ke vga-vga terbaru. Ini adalah sedkit contoh dari GTX 470.

Disinilah letak permasalahannya, bahwa series sangatlah berpengaruh terhadap kinerja. Kita jangan berharap dengan kinerja yang lebih, sedangkan kita memiliki vga series bawah.

Core Clock

Core Clock adalah merupakan Tonggak Utama atau senjata yang harus diperjuangkan. Karena VGA tanpa Core Clock bagaikan mesin tanpa penggerak. Kenapa? Core Clock adalah penggerak untuk mencapai frekuensi yang tinggi. Semakin tinggi Core Clock semakin tinggi proses kalkulasi pixel dan Texture. Sebagai perbandingan R7 250 mempunyai core clock default 1100 Mhz dan memory 1150 Mhz sedangkan R9 290 memiliki Core Clock 1000 Mhz dan memory 1300 Mhz. Namun perbedaan yang sangat berbeda adalah terletak pada pixel dan Texture. R7 250 hanya memiliki 8.8 GPixel/s dan Texture 26.4 GTexel/s, sedangkan R9 290 memiliki 64.0 Gpixel/s dan Texture 160.0 GTexel/s. Dan ketika anda melihat bandwidth diantara masing-masing sangatlah jauh berbeda. R7 250 hanya memiliki bandwidth sebesar 73.6 GB/s Sedangkan R9 290 memiliki bandwidth sebesar 332.8 GB/s. Bisa kita bayangkan betapa besar jarak diantara mereka. Ini masih secara default, belum memasuki rana overclock.

Bagaimana mungkin kita bisa mengatakan bahwa giga (memory ) yang dimiliki setiap vga adalah sama tidak ada perbedaan. Disini lah pentingnya melihat dan memperhatikan Core Clock dari VGA-VGA yang kita bidik. Sebab dewasa ini produsen-produsen VGA memproduksi VGA-VGA mereka dengan berbagai macam varian. Ada yang sesuai referens atau juga yang hasil dari racikan mereka sendiri.

memilih vga
Nvidia 470GTX. Coba perhatikan Pixell dan Texture yang dimiliki VGA ini dan ini merupakan hasil dari Core Clock

perbandingan 470
Nvidia 470GTX. Core Clock kami OC sedikit. Pixell dan Texture mengalami perubahan.

 

memilih R7200
R7 250. Coba perhatikan core clock nya, walaupun sudah mencapai 1100, tetap saja tidak bisa menyamai 470GTX

memilih R9 290
R9 290. Lihat perbandingan Pixell dan Texture dari semua VGA ini. 470GTX walaupun mampu di OC sampai 1000 core clock nya tetap saja tidak akan bisa mencapai seperti R9 290. Jelas ini karena arsitekture produksinya berbeda sekali.

 

GPU GP100 MSI N470GTX
GPU GP100 MSI N470GTX

 

Bit atau Bus Width

Nah ini dia yang juga merupakan Bagian Unsur Ginjal dari VGA. Mengapa? Karena bit atau bus adalah jalur yang sibuk dalam vga. Lalu lalang nya data yang terus menerus tiada hentinya memproses, mengolah dan menyalurkan semua informasi memberikan dampak yang besar dari kinerja vga. Hitungan bit yang ada sekarang dari dunia vga dimulai dari 64bit, 128bit, 256bit, dan 512bit. Kalau bicara kocek jelas semakin besar bit semakin mahal harga vga tersebut.

Gambaran nya sama dengan pembahasan nomer satu, walaupun vga yang menggunakan 64bit dan memiliki Gb lebih besar akan tetap kalah dengan vga yang menggunakan 128bit. Mengapa? Seperti yang kita sebutkan tadi, jalur pemrosesannya semakin luas atau besar.

Bit tidak bisa di overclock. Dia merupakan sesuatu yang paten. Namun bus/bit akan bekerja sama dengan core clock dan juga memory untuk semakin meningkatkan kineja. Dan dewasa ini dua kubu besar yang memproduksi vga Nvidia dan AMD ( dulunya ATI ) mengeluarkan bit dengan hitungan-hitungan ganjil, seperti yang kita ketauhi hitungan 320 bit, 384 bit juga menghiasi dunia vga. Walaupun hitungan ini tidak lah banyak menghiasi, hanya beberapa produk tertentu saja yang menggunakannya. Sepertinya produk-produk ini merupakan produk istimewa dan menjadi andalan mereka. Bagaimana pun bit merupakan Unsur Ginjal yang harus juga diperhitungkan ketika memilih vga.

Facebook Comments

About Team HybridTecno

Check Also

header-cuda-parallel-programming-la

Nvidia CUDA

Masuk dalam Kotak   Ini adalah GPU parallel computing yang memberikan aliran data untuk intruksi …