Home / Review / Processors / Intel Nehalem Corei7

Intel Nehalem Corei7

Intel Nehalem

Intel Nehalem Die

Intel Nehalem

Langkah Baru Intel

Pada tahun 2008 lalu intel meluncurkan keluarga besarnya yakni Nehalem, seperti saat Intel meluncurkan Core2Duo. Reviewer dan kalangan enthusiast sudah banyak mendengar kabar mengenai prosesor ini sejak Intel Developer’s Forum (IDF) tahun itu. Beberapa bahkan beruntung sempat “mengecap” apa yang ditawarkan Nahelem di Computex tahun itu. Kini, Core i7 generasi awal telah diluncurkan oleh Intel dan kita akan melihat apa yang ditawarkan oleh prosesor ini.

Arti Nama Prosesor Nehalem

Kode ini diambil dari nama sungai di Amerika. Seperti biasa, Intel meneruskan tradisi mereka menamkan prosesor dengan nama kota/sungai di Amerika Serikat.

Intel melakukan banyak perubahan pada Nehalem. Core2Duo, merupakan cerminan prinsip baru dalam pemikiran mengenai desain dan arsitektur prosesor. Setelah Pentium III, Intel mempunyai dua keputusan yang tercerminkan dalam dua desain prosesor mereka saat itu, yaitu Pentium 4 untuk desktop, workstation dan server serta Pentium M untuk notebook. Seiring dengan waktu, Pentium M terbukti sebagai desain yang lebih “pintar” walau tidak bisa mencapai kecepatan tinggi Pentium 4. Sementara itu, Pentium 4 mendapat saingan hebat dalam bentuk AMD Athlon.

Keputusan AMD mengintegrasikan kontroler memori di Athlon 64 terbukti fatal bagi Intel dan Pentium 4 yang masih bergantung pada kontroler memori di Northbrige. Setinggi apapun Intel berhasil mendongkrak kecepatan Pentium 4, Athlon 64 dengan clock lebih rendah dapat menyaingi bahkan melampaui kinerja prosesor produsen asal Santa Clara ini. Tren ini tetap berlanjut hingga datangnya Prosesor dual core – Pentium D dan Athlon X2 – dan hanya membaik sejak Intel membawa desain Pentium M ke desktop dengan nama Core. Keadaan kembali berubah dengan peluncuran Core2Duo, kurang lebih tiga tahun lalu.

Sejak meluncurnya Core2Duo, Intel kembali merasakan keberhasil yang diraihnya pada zaman Pentium hingga Pentium II. Pasar yang “hilang” karena beralih ke AMD berangsur-angsur beralih kembali ke Intel. Tidak perlu dikatakan lagi, ini berdampak positif secara financial. Intel melaporkan penjualan dan penghasilan terbesar mereka selama beberapa tahun belakangan ini. Utungnya, hal tersebut tidak menyebabkan mereka terlena, seperti AMD sejak peluncuran Athlon X2. Kini Intel yakin dengan keputusan desain mereka dengan Core2, Intel mencari-cari cara bagaimana mengadopsi desain ini ke seluruh pasar, baik desktop, notebook, workstation, maupun server. Dan sekarang, inilah Nehalem…

Intel Ivy Bridge Tick Tock
Intel Ivy Bridge Tick Tock

 

QPI, bukan-lah FSB

Halangan utama yang perlu dipecahkan adalah penggunaan Front Side Bus (FSB). Walau Intel kembali menyerang AMD di pasar server dan Woodcrest hingga Cloverton, AMD tetap memper tahankan dominasi mereka di pasar server 4P (platform empat soket). Walau Prosesor-Prosesor Intel menawarkan kinerja lebih tinggi dan rasio performance/watt lebih baik, penggunaan FSB mengakibatkan skalabilitas platform Intel tetap lebih buruk dibandingkan AMD Opteron yang menggunakan HyperTransport. Solusi jangka pendek yang waktu itu di ambil Intel adalah mengintegrasikan dua jalur FSB di chipset Seaburg. Chipset ini banyak mendapat perhatian berkat Skulltrail, platform enthusiast dual prosesor yang diluncurkan tahun ini. Namun, pendekatan tersebut tidak akan efektif maupun efisien dari segi biaya untuk diterapkan di platform 4P. Jadi,Intel mem butuhkan solusi yang lebih permanent.

QPI Platform
QPI Platform

 

Quick Path Interconnect

adalah jawaban Intel untuk menggantikan FSB. Secara prinsip, Quick Path Interconnect (QPI) sama dengan HyperTransport. Prosesor desktop dan notbook hanya akan memiliki satu QPI untuk berkomunikasi dengan komponen system lainnya. Pada platform workstation dan server, Intel bisa menambah jumlah QPI per Prosesor sesuai kebutuhan (hingga empat QPI Per Prosesor untuk platform 4P ).

Organisasi QPI juga lebih fleksibel, sesuai dengan tuntutan pasar workstation/server. Bila FSB hanya dapat mengakomodasi perintah baca atau tulis, QPI dapat melakukan keduanya pada saat yang bersamaan. Berlainan dengan FSB yang memindahkan data sebanyak 64 bit, QPI menggunakan dua link 20 bit (16 bit untuk data), tiap link bisa melakukan operasi baca atau tulis, terlepas dari link lain. Jumlah data yang bisa ditransfer adalah 12,8 GB/Sec untuk satu link QPI 6,4 GB/sec.

Ini penting sekali untuk pasar workstation /server 4P. Dengan me- misahkan komunikasi per link QPI, sebuah Prosesor bisa ber hubungan dengan tiga Prosesor lainnya secara bersamaan, dengan bandwidth total mencapai 36,8 GB/sec. Dengan FSB, Prosesor harus berkomunikasi ke ketiga Prosesor lainnya secara bergantian menggunakan jalur yang sama,jalur yang mempunyai bandwidth maksimum 12.8 GB/sec. Beban FSB bertambah bila Prosesor perlu mengakses memori.

Untuk pasar desktop & notebook QPI bukan feature penting karena platform yang ditargetkan untuk memenuhi pasar ini umumnya hanya menggunakan satu soket/Prosesor. Lagipula, perubahan yang akan kita bahas lebih lanjut berikutnya membuat FSB/QPI tidak sepenting sebelumnya.

Facebook Comments

About Team HybridTecno

Check Also

AMD Zen CPU 2016

Bulan Maret 2016 Kelahiran Bayi AMD Zen CPU     Kabar gembira bagi penggemar CPU …