Home / Review / Processors / AMD Phenom yang Fenomenal

AMD Phenom yang Fenomenal

AMD Phenom yang Fenomenal :
Perbandingan Kinerja dan Overcloking untuk Harian

 

AMD Phenom yang Fenomenal

AMD Phenom yang Fenomenal

 

Menyimak dan mengikuti perkembangan dunia komputer memang tidak akan ada habisnya. Tiap tahun pasti akan berganti dan pasti akan semakin menarik untuk di ulas. Bahkan beberapa hardware pun masih tetap hangat, walau sudah berumur atau dengan kata lain sudah lawas. Namun beberapa penguna masih saja ada yang penasaran dengan kinerja dan teknologi yang ditawarkan oleh hardware-hardware tersebut. Sebut saja prosesor atau CPU (Central Prosesor Unit ). Teknologi yang dikemas dan dikembangkan masih terus meningkat dari tahun ke tahun. Semisal ter-integrasinya GPU atau VGA di dalam tubuh prosesor itu. Di keluarga AMD disebut dengan sebutan APU, sedangkan di keluaga Intel disebut dengan Intel HD yang hingga detik ini sudah mencapai generasi ke enam.

AMD dengan APU nya yang ditanamkan di prosesor generasi soket FM2 atau prosesor generasi series A. Dimulai dari A4, A6, A8 dan A10. Bahkan baru-baru ini perusahaan bencmark terbesar merilis sebuah benchmark yang berbeda dari sebelum-sebelum nya. Dengan sebutan 3DMark API Overhead. Beberapa kalangan pun sudah terlebih dahulu mengulas dan menguji bagaimana API Overhead bekerja. API Overhead bekerja dengan dengan sepenuhnya ditimpahkan kepada CPU. Yang mana CPU harus memberikan perintah kepada GPU untuk menggambar draw call.

Maka pertanyaannya adalah apakah CPU dan GPU milik kita sudah memiliki tingkat proscessing yang baik???. Bila jawabannya adalah ya…! Sebab dalam dunia game dan dunia film sekelas Full HD, tingkat draw call yang harus di proses tidaklah sedikit. Bila komunikasi antara CPU dan GPU tidak sejalan maka komunikasi tersebut akan kacau dan akan meghasilkan framerate yang kacau pula dan hasilnya tidak nyaman di layar monitor.

Ketika CPU sudah memberikan perintah kepada GPU dan kedua nya mampu menghasilkan draw call yang baik dengan kata lain komunikasi diantara keduanya tidak bottleneck, tinggal saatnya mengatur komunikasi dengan API. API (Application Programming Interface) disini seperti OpenGL/ DirectX/ Mantle harus mampu memberikan bantuan yang setara dengan CPU dan GPU. Dengan kata lain API adalah jembatan antara dunia graphics dan hardware.

AMD Phenom yang Fenomenal

Itulah sekilas mengenai dunia perkembangan CPU dengan berbagai macam feature dan aplikasinya. CPU untuk dewasa ini tidak lagi sebuah otak dari sebuah PC. Bahkan lebih dari itu. CPU mampu menangani segala macam permasalahan dan mampu memberikan perintah kepada GPU, RAM, bahkan Chipset motherboard.

CPU yang dilahirkan oleh Intel dan AMD memang berbeda jauh dari berbagai macam arsitekturnya. Logika dan Algoritma yang mereka miliki juga jauh berbeda. Secara default kita bisa membandingkan keduanya dengan begitu saja. Namun lebih dalam dari itu keduanya akan tampak berbeda.

Dalam pengujian kali ini kita hanya berfokus kepada tingkat overclocking sederhana untuk kegiatan sehari-hari. Dimana kita tidak akan dipusingkan dengan daya yang terlalu tinggi yang menyebabkan overhead pada CPU atau lainnya.

Dalam pengujian ini ada tiga prosesor yang berbeda satu sama lain. Kecuali keluaga FX, yakni AMD FX 8320 dan adiknya AMD FX 6300 yang dari segi harga pun terpaut jauh. Sedangkan sebagai master pengujian kali ini adalah AMD Phenom II X4 955 BE. Memang CPU-CPU ini sudah cukup berumur.

Sedikit kilas balik dari AMD Phenom. Pada dasarnya, Phenom tidak-lah banyak perubahan desain antara Phenom X4 65 nm (Agena) dengan Phenom II 45 nm (Deneb). Beberapa perubahan yang dilakukan AMD adalah peningkatan clock (2,6 GHz ke 3 GHz) perbaikan cache, baik dari segi latency maupun kapasitas (dari 2 MB ke 6 MB L3 cache), perbaikan kontroler memori yang kini mendukung DDR3, perbaikan fasilitas power management, dan beberapa perubahan arsitektur. Peningkatan clock dan perubahan kapasitas cache adalah dua perubahan yang berkaitan langsung dengan proses fabrikasi 45 nm.

Seperti strategi tick-tock Intel, AMD kali ini lebih banyak berfokus agar fabrikasi 45 nm mereka bekerja tanpa cacat. Walau secara arsitektur AMD tidak melakukan perubahan besar pada Phenom II, AMD mengambil kesempatan peralihan fabrikasi ini untuk mengubah beberapa feature prosesor. Perubahan terbanyak diterapkan pada feature power management prosesor. Cool n Quiet versi ketiga kini tidak lagi mengubah clock core terpisah dari core lainnya. Ini akan memperbaiki kinerja di Windows yang kerap kali memindahkan thread dari satu core ke core lainnya saat Cool n Quiet aktif. Selain itu, kini Phenom II akan melakukan flushing data dari cache L1 dan L2 ke cache L3 saat idle. Setelah data di flush, core tersebut bisa dimatikan total saat idle. Kedua perbaikan ini tidak hanya berhasil mengurangi konsumsi daya prosesor, tetapi juga membuat perbedaan kinerja prosesor dengan dan tanpa Cool nQuiet tidak banyak berbeda.

Untuk lebih jelasnya anda bisa membaca artikel kami sebelumnya : Phenom Gebrakan AMD.

Tabel AMD Phenom dan AMD FX Processors

AMD Phenom yang Fenomenal

 

AMD Phenom yang Fenomenal

 

 

Facebook Comments

About Team HybridTecno

Check Also

AMD Zen CPU 2016

Bulan Maret 2016 Kelahiran Bayi AMD Zen CPU     Kabar gembira bagi penggemar CPU …